Bukan rahasia lagi, jika biaya politik di Indonesia mahal. Biaya politik yang mahal telah menjadi salah satu penyumbang mundurnya demokrasi di negeri ini, karena jadi penghambat bagi orang-orang yang memiliki kualitas, kapasitas, dan integritas untuk terjun ke dalam bidang politik karena terhambat masalah biaya.
Presiden Prabowo Subianto ikut mengkritik mahalnya biaya politik di Indonesia. Prabowo bahkan bilang jika hal ini jadi sumber korupsi dan ia menyarankan agar sistem demokrasi di Indonesia tidak hanya mengurangi permainan uang, tetapi juga memperkenalkan sistem pemilihan kepala deaerah yang lebih murah dan inklusif.
Persoalan biaya politik mahal, juga dibahas oleh politisi senior PDI Perjuangan, Trimedya Panjaitan dalam perbincangannya dengan Budiman Tanuredjo. Trimed bilang, di pileg 2024 lalu, ia bahkan mengeluarkan uang lebih dari 15 miliar rupiah dan itupun kalah. Trimed terang-terangan mengakui, ada pihak lain yang memiliki modal lebih besar, yang akhirnya mengalahkan suaranya di pileg lalu. Lalu, mungkinkan masalah ini akan berlangsung terus menerus? Apa solusi yang ditawarkan Trimedya? Simak pembahasannya dalam #BacktoBDMโ kali ini.

Leave a Reply