Pertemuan yang digelar antara Presiden Prabowo Subianto dan Gerakan Nurani Bangsa atau GNB memberikan arah segar atas tuntutan soal supremasi sipil dan reformasi Polri. Salah satu anggota GNB, La Ode M. Syarif menyatakan kekhawatirannya mengenai polri yang tak lagi netral, sehingga muncul istilah parcok atau partai cokelat. Ia mengatakan, hal ini tidak pernah terjadi sebelumnya meski memang polri selalu memihak kepada pemerintah.
Tak hanya itu, dalam perbincangan dengan Budiman Tanuredjo, La Ode juga menyoroti soal kepengurusan partai politik yang tak lagi demokratis dan mengarah seolah-olah perusahaan keluarga. Dengan background La Ode sebagai mantan pimpinan KPK, ia juga prihatin soal kondisi korupsi di Indonesia. Menurutnya, tak ada pimpinan yang dengan tegas dan berani mengatakan akan memberantas korupsi dan penyalahgunaan kewenangan.
Simak pembahasannya dalam #BacktoBDMโ kali ini

Leave a Reply