Budiman Tanuredjo dalam Ruang Tamu BACKTOBDM kali ini mengundang Wijayanto Pengajar Universitas Paramadina membahas isu ekonomi terkini. Dalam perbincangan Ekonom ini menyoroti persoalan korupsi yang masih terjadi berdampak pada sulitnya investasi asing masuk ke Indonesia. Ketidakpercayaan investor untuk berinvestasi di Indonesia tak hanya dirasa oleh investor asing, investor dalam negeri pun sebagian memilih berinvestasi di luar. Budiman Tanuredjo mempertanyakan sudut pandang Wijayanto dengan kehadiran Danantara. Program yang diluncurkan oleh Presiden Prabowo pada akhir Februari lalu ini mengelola aset BUMN lebih dari 14 Ribu Triliun Rupiah. Ekonom Paramadina Wijayanto memberikan masukan bagaimana idealnya Danantara dikelola. Ia mengatakan Menteri Investasi Rosan Roeslani sebaiknya mundur dari jabatannya sebagai menteri untuk bisa memimpin Badan Pengelola Investasi Danantara. Dalam UU BUMN terbaru disebutkan Danantara menerapkan prinsip bisnis dengan pendekatan korporasi. Seperti apa untung rugi pendekatan ini? Mampukan Danantara dikelola secara baik dengan struktur yang telah ditetapkan? Lantas bagaimana agar Danantara tak berujung seperti kasus 1MDB milik Malayasia? Apa konsekuensinya jika Danantara gagal dikelola?

Leave a Reply