Sudah sekitar 7 bulan pemerintahannya berjalan, presiden Prabowo Subianto berpidato keras di hari lahir Pancasila. Prabowo bilang, semua penyelewengan harus dihentikan. Semua pejabat yang tidak mampu mengerjakan tugas sebaiknya mundur, sebelum diberhentikan langsung oleh Presiden. Pidato sambutan ini disampaikan juga di depan Ketua Dewan Pengarah BPIP Megawati Soekarnoputri, Wakil Ketua Dewan Pengarah BPIP Try Sutrisno. Pada episode #BACKTOBDM ini, Budiman Tanuredjo berbincang dengan Sudirman Said, sebagai Ketua Institut Harkat Negeri. Mantan Menteri ESDM 2014-2016 ini, beropini soal pesan di balik pidato presiden Prabowo itu. Menurutnya, itu adalah bentuk konsistensi ucapan Prabowo sejak masa Kampanye, dan menyenangkan publik. Diharapkan pernyataan ini diikuti dengan tindakan Kabinet dan jajarannya. Momen penyampaian yang bertepatan dengan hari lahir Pancasila, Sudirman Said mengatakan, memang sebaiknya para petinggi RI adalah yang paling bersikap Pancasilais. 7 Bulan ini, publik pun masih menunggu sekaligus mendorong tindakan konkrit yang mengikuti pesan presiden Prabowo itu. Apakah ancaman mundur bagi para Kabinet dan jajaran yang tak sejalan, merupakan karakter kepemimpinan Prabowo yang berlatar belakang militer? Atau sekedar gertak sambal alias peringatan belaka sebelum ada โreshuffleโ kabinet?
Part 1
Part 2

Leave a Reply