Diskusi Back to BDM kali ini menghadirkan Prof. Fathul Wahid, Rektor UII Yogyakarta membahas puisi karyanya berjudul โDiam Bukan Pilihanโ. Puisi ini menjadi cermin kegalauan terhadap situasi bangsa. Prof Fathul menyoroti ruang demokrasi di negeri ini yang kian sempit. Ia menegaskan bahwa kampus harus menjadi entitas merdeka. Kritik akademik harus dilihat oleh penguasa sebagai kepedulian, bukan ancaman. Apa saja kekhawatirannya tentang demokrasi di Indonesia saat ini? Benarkah Indonesia telah menjelma menjadi โRepublik Ketakutanโ di mana masyarakatnya semakin takut bersuara, pun akademisi bersuara lantang yang kian langka? Apakah situasi ini akan membuat kontrol terhadap kekuasaan melemah? Bagaimana seharusnya akademisi mengambil sikap atas situasi ini?

Leave a Reply