Fachry Ali di Back to BDM Eps. 51

Dalam episode Back to BDM kali ini Budiman Tanuredjo menghadirkan cendekiawan Fachry Ali. Keduanya membahas situasi politik Indonesia pasca-Pilpres 2024 yang dinilai masih bersifat artifisial, penuh kegaduhan simbolik namun minim perdebatan substansial. Menurut Fachry, kekuatan politik lama masih mendominasi dan menimbulkan kesan adanya “matahari kembar”. Fachry membandingkan Prabowo dengan Soeharto awal Orde Baru yang juga melakukan konsolidasi perlahan. Ia menyoroti pentingnya konsolidasi politik agar diskursus publik bisa beralih ke isu-isu penting seperti sense of justice, konsolidasi kapital domestik, dan instrumen pembangunan strategis seperti Danantara. Seperti apa seharusnya langkah kepemimpinan yang diambil agar bisa meyakinkan publik bahwa Presiden sepenuhnya pemimpin tertinggi republik ini? Mampukah Presiden menepis anggapan bahwa tidak ada matahari kembar dalam pemerintahannya?


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *