Saor Siagian di Back to BDM Eps. 27

Baru-baru ini dunia hukum Indonesia dikejutkan dengan kasus mafia peradilan yang melibatkan bekas petinggi Mahkamah Agung, Zarof Ricar. Temuan fantastis ini mengungkapkan skandal besar yang memicu pertanyaan besar: sejauh mana praktik korupsi merasuki institusi pengadilan? Terungkapnya kasus ini membuat publik patut menduga mafia peradilan masih terus terjadi. Masyarakat yang mencari keadilan akhirnya harus gigit jari, menyadari bahwa putusan hakim bisa dibeli. Ada permainan kotor di lingkungan peradilan yang dianggap sebagai institusi penegakan keadilan. Hakim diibaratkan sebagai kepanjangan tangan Tuhan di dunia yang menerapkan keadilan hukum positif di antara masyarakat. Seorang Hakim mengemban amanah yang sakral, yang menuntut integritas tinggi dan komitmen pada keadilan yang hakiki. Karena itu, hakim harus bebas dari pengaruh kepentingan pribadi dan godaan materi agar dapat menjadi perpanjangan keadilan Tuhan bagi setiap pencari keadilan di bumi. Lantas kemana lagi masyarakat harus mencari keadilan? Budiman Tanuredjo dalam BACKTOBDM kali ini berbincang bersama Saor Siagian Inisiator Tim Advokat Penegak Hukum dan Keadilan (TAMPAK). Kasus Zarof Ricar adalah sebuah kotak pandora yang akan membuka kebobrokan di institusi peradilan di Indonesia. Seberapa genting situasi yang terjadi di dunia peradilan Indonesia? Beranikah aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus Zarof? Beranikah Zarof buka-bukaan siapa saja yang terlibat? Simak selengkapnya dalam BACKTOBDM Putusan Hakim Bisa Dijual, Indonesia Terancam Jadi Negara Gagal. Simak selengkapnya


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *