Budiman Tanuredjo dalam BacktoBDM berbincang bersama Prof Komaruddin Hidayat Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII). Keduanya membahas situasi terkini kehidupan berdemokrasi di Indonesia. Salah satu yang diperbincangkan yakni tentang partai politik yang telah melenceng dari tujuan perannya dalam sebuah negara demokrasi. Kondisi saat ini menggambarkan situasi parpol yang dianggap sebagai perusahaan โpengerah โ politisi yang ditempatkan di legislatif dan eksekutif. Keuntungan diburu adalah bukan profit dari hasil karya yang dikerjakan tetapi dana rakyat yang ingin diambil. Situasi memprihatinkan ini tumbuh bersamaan dengan demokrasi yang berjalan tak sesuai dengan tujuannya. Komaruddin menyampaikan sejatinya demokrasi membutuhkan oposisi dalam jalannya pemerintahan. Demokrasi yang sehat membutuhkan kontrol dan penyimbang. Oposisi adalah lawan berpikir untuk membantu bangsa dan negara, bukan musuh pemerintah. Benarkah yang terjadi saat ini lembaga eksekutif dan juga pilar yudikatif dan legislatif dilumpuhkan? Dan benarkah budaya feodalisme dan korupsi tengah subur di Indonesia dengan situasi yang ada? Mengapa tercipta situasi Parpol yang mencari profit dengan dengan menggerus APBN? Simak pandangan dan gagasan Komarudin Hidayat dalam BacktoBDM edisi kali ini. Simak selengkapnya

Leave a Reply