Ketika Joko Widodo pertama kali terpilih sebagai Presiden Republik Indonesia pada tahun 2014, banyak harapan yang disematkan pada sosok yang kerap dipandang sebagai representasi rakyat biasa. Jokowi, mantan Wali Kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta, kala itu dipandang sebagai pemimpin yang merakyat, bersih, dan sederhana. Ia menjadi simbol dari kebangkitan demokrasi di Indonesia, dimana seorang pemimpin dari kalangan bawah mampu meraih posisi tertinggi di pemerintahan. Seiring berjalannya waktu, ada tudingan pandangan tersebut mulai bergeser. Sejumlah pihak menilai kebijakan yang diambil di era pemerintahan Jokowi bertentangan dengan semangat demokrasi. Budiman Tanuredjo dalam BacktoBDM berbincang bersama Jaleswari Pramodhawardani Kepala Laboratorium Indonesia 2024 (LAB 45) yang juga Mantan Deputi V Kantor Staf Presiden. Sejumlah hal dikupas mendalam dalam dialog yang mengupas tentang demokrasi dan isu terkini. Banyak pihak kemudian mempertanyakan nasib demokrasi di akhir masa jabatan Jokowi. Apakah demokrasi di Indonesia akan semakin kuat atau justru melemah di bawah kepemimpinan Jokowi? Simak selengkapnya dalam BACKTOBDM NASIB DEMOKRASI DI UJUNG PEMERINTAHAN JOKOWI
Bagian 1:
Bagian 2:

Leave a Reply