Adakah “The Power of Seven” di Balik Tuntutan 7 Tahun Hasto Kristianto?

“Saya bilang sama Ibu, ternyata angka 7 masih bermain.The power of seven. Buat saya yang sangat sederhana ini mikirnya begini, bagaimana seorang Tom Lembong yang sidang-sidangnya hampir serempet (berdekatan) dengan Pak Hasto, dengan angka (kerugian negara) yang jauh berbeda… kenapa angka itu (7) bisa sama hukumannya,”

โ€”Guru Besar St. Petersburg State University Rusia, Connie Rahakundini Bakrie

Sekretaris Jenderal (PDIP) Hasto Kristianto dituntut 7 tahun penjara dan denda Rp600.000 subsider 6 bulan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan Tipikor Jakarta atas kasus penghalangan penyidikan dan suap Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPR.

Tuntutan itu sempat mengagetkan banyak pihak, khususnya PDIP dan Megawati Soekarno Putri, lantaran terbilang berat untuk kasus Hasto yang tidak menimbulkan kerugian materil bagi Negara.

Salah seorang yang memiliki kedekatan khusus dengan PDIP dan Megawati, Connie Rahakundini Bakrie membagikan informasi di balik tuntutan terhadap Hasto dan bagaimana reaksi Mega saat menerima kabar yang menimpa Sekjennya itu dalam siniar Back to BDM, YouTube Budiman Tanuredjo.

Ia mengenal baik Hasto Kristianto sebagai sahabat yang senang diajak berdiskusi, berintegritas, dan kuat dalam berprinsip. Jadi, ketika Hasto dituntut 7 tahun penjara, ini menjadi pukulan tersendiri bagi Connie.

Bagi Guru Besar di St. Petersburg State University Rusia itu, kasus yang membeli Hasto tak lebih dari operasi penegakan hukum yang berselimutkan politik.

Connie bercerita, ia banyak menerima informasi dari pihak-pihak tertentu bahwa ada orang atau kelompok yang merasa terganggu dengan keberanian Hasto dalam menyuarakan berbagai kasus. Connie diminta pihak tersebut untuk menyampaikan pada Hasto agar berhenti bersuara. Jika tidak, maka Hasto akan dikasuskan dan diseret ke ranah hukum.

“Petinggi negaraโ€” saya enggak boleh sebutkan itu, khusus menjemput saya di Baliโ€” saya kan biasa terbang lewat Bali (kalau) ke Rusia, langsung jemput saya dan bilang ‘Ini sahabat lu bisa kena. Lu harus harus bilang, dia harus stop atau ini betul-betul enggak bisa ditahan’,” kata Connie menceritakan apa yang ia alami.

Mendengar peringatan itu, Connie pun menyampaikan pada Hasto dan berharap agar sahabatnya baik-baik saja. Namun, Hasto tetap bersuara vokal, berteriak lantang, menyatakan yang salah adalah salah, benar adalah benar.

Apa yang sudah dipesankan pada Connie pun benar terjadi, kini Hasto harus berurusan dengan hukum bahkan sudah dijatuhi tuntutan 7 tahun penjara.

Connie Rahakundini Bakrie dalam Back to BDM.

Soal lamanya tuntutan yang dikenakan pada Hasto, Connie juga mengaku sudah mendapat kisi-kisi dari tokoh penting politik yang tak ia sebutkan identitasnya.

“‘Con, gua tahu Hasto itu sahabat lu, ini hati-hati dia tuh bisa kena (hukuman penjara) lama, mendingan dia diam saja,” ucap Connie menirukan informasi dari tokoh politik yang berbicara padanya.

Informasi serupa juga ia terima dari kawan petinggi partai politik lain, sesaat setelah tim kuasa hukum Hasto berargumen keras di persidangan.

“‘Conn, boleh enggak, kan kita sayang PDIP, kita sayang Ibu (Mega), jangan sampai Ibu kenapa-napa. Ini kalau Hasto begini cara tim hukumnya, dia bakal kena 8 tahun’, saya kan kaget loh, ini kok enak banget ya ada orang sedang disidang, tim hukumnya sedang mengajukan argumentasi, kok langsung bisa di-pack gitu 8 tahun,” ungkap Connie.

Ia pun menyampaikan kabar buruk itu pada Megawati, namun Mega tak lantas percaya. Ia masih meyakini hukum bisa ditegakkan di negara ini. Hukuman Hasto tak mungkin setinggi itu.

Pihak PDIP menebak tuntutan pada hasto maksimal di 4 tahun dan putusannya 2 tahun. Tapi yang terjadi jauh dari perkiraan. Itu mengagetkan.

Secara pribadi, Connie sudah tidak terlalu kaget dengan angka 7 tahun yang dituntutkan pada Hasto, karena sedikit banyak sudah terinformasi sebelumnya. Tapi tidak dengan Megawati.

Pihak PDIP menebak tuntutan pada hasto maksimal di 4 tahun dan putusannya 2 tahun. Tapi yang terjadi jauh dari perkiraan. Itu mengagetkan.

“Saya bilang sama Ibu, ternyata angka 7 masih bermain.The power of seven. Buat saya yang sangat sederhana ini mikirnya begini, bagaimana seorang Tom Lembong yang sidang-sidangnya hampir serempet (berdekatan) dengan Pak Hasto, dengan angka (kerugian negara) yang jauh berbedaโ€” meskipun sekali lagi saya dari Pak Surya Paloh mendengar dia (Tom Lembong) juga sangat dipolitisasi, tapi anggaplah, kenapa angka itu (7) bisa sama hukumannya. Jadi saya ingin tahu dasar jaksa di kita itu atau penuntut atau hakim, apa?” tanya Connie penasaran.

Tapi apapun itu, Connie yang juga merupakan pengamat militer itu yakin kebenaran akan selalu menemukan jalannya. Kalaulah tuntutan 7 tahun itu memiliki kaitan dengan Mr. Sevenโ€”bahasa Connie, atau dalam hal ini Presiden ke-7 RI Joko Widodo, ia hanya berpegang pada satu keyakinan bahwa alam semesta bekerja dengan caranya dan selalu memberikan keadilan bagi semua elemen yang ada di dalamnya.

Siapa berbuat baik akan menuai kebaikan, siapa berburuk akan memanen keburukan.

Terkait apakah keputusan hakim nanti akan turun atau tetap di angka 7 tahun sebagaimana tuntutan, Connie menyebut sudah memiliki informasi yang secara tidak langsung merupakan sebuah petunjuk, bahwa Hasto akan lama berada di dalam tahanan.

“Percaya enggak sih aku tuh on the way ke sini agak syok sebenarnya, karena somebody call me dan cuma bilang begini, ‘Conn enggak usah khawatir ya, Hasto sudah aman, nanti penjaranya di mana kita sudah tahu. Teman-teman yang akan mengiringi dia untuk teman dia berdiskusi kita sudah tahu. Yang pasti temanmu itu amanlah. Berapa pun tahun’,” ungkap Connie.

Di satu sisi, ia bersyukur bahwa sahabatnya akan ada dalam keadaab yang baik-baik saja selama di tahanan. Di sisi lain, ia sudah bisa memperkirakan Hasto akan lama berada di tahanan, sekalipun angkanya tidak pasti 7 tahun. Dasarnya, ada informasi soal tempat dan kawan-kawan yang sudah disiapkan untuk teman Hasto berdialog di dalM tahanan.

Ia mengatakan, Hasto adalah orang yang sangat suka berdiskusi. Pikirannya selalu berkembang dengan adanya diskusi. Jika tidak ada lawan diskusi dalam waktu lama, Connie yakin itu adalah hal yang amat menyiksa bagi sahabatnya.

Kabar PDIP Pasca Tuntutan Hasto

Cendekiawan berusia 60 tahun itu mencoba mencari tahu, mengapa tuntutan 7 tahun yang diberikan pada Hasto? Ia pun menghubungkan dengan pergolakan yang akan terjadi di dalam sistem kepartaian PDIP, misalnya ada pihak luar yang ingin bermain dalam kongres.

Oleh karena itu, ia berharap Megawati masih akan terus memegang tampuk kepemimpinan di PDIP, jangan buru-buru mendelegasikan kepada generasi selanjutnya.

“Menurut saya sekarang kekuatan Ibu lah yang diperlukan. Saya berharap PDIP akan terus dipegang Ibu sehingga apapun, bukan saja Hasto, tapi bicara bagaimana ke depan PDIP bisa membantu merubah dan mengarahkan bangsa ini menjadi balik ke normal balik ke trek negara yang berkesadaran yang normal,” harap Connie.

Connie Rahakundini Bakrie dalam Back to BDM.

Ketika pertama kali Hasto dipakaikan rompi tahanan, ia berada di sebelah Megawati di Teuku Umar. Dari pandangannya, itu adalah detik-detik yang sangat menyakitkan bagi Megawati.

15 menit setelah peristiwa pemakaian rompi tahanan, Megawati menginstruksikan untuk membuat surat bahwa sejak saat itu Sekjen PDIP akan ia pegang sendiri, tidak dialihkan kepada siapapun.

Jadi, kini Megawati menjalani peran ganda dalam PDIP. Setengah hari dia menjadi Ketua Umum, setengah hari dia menjabat Sekjen. Connie membeberkan, kantor DPP PDIP kini sudah “berpindah” ke Teuku Umar.

“Wah itu saya senang sekali, karena menurut saya ini hantaman untuk pihak yang sedang menghajar PDIP, memainkan kursi Sekjen kan ceritanya,” ujar Connie.

Sebagai orang yang dekat dengan PDIP, ia tidak ingin partai itu terus-menerus dipermainkan oleh permainan politik tingkat tinggi seperti ini.

Ia pun berharap agar Hasto tidak terlalu lama di dalam penjara, bisa segera bebas, dan kembali mengisi posisi Sekjen di PDIP.

“Menurut saya, roda PDIP itu banyak terbantu pada saat Pak Hasto memimpin,” kata dia.

Melihat situasi yang ada dan ketangguhan Megawati sebagai seorang pemimpin, Connie meyakini PDIP akan tetap baik-baik saja meski coba ditanya dengan badai yang tiada henti dari musuh-musuh politiknya.

Ini tentu kabar baik bagi negara ini, karena sebagai satu dari sedikit partai yang ada di luar pemerintahan, PDIP harus terus bertahan dan menjadi partai penyeimbang kekuasaan. Kita tahu, kekuasaan hari ini terdiri dari koalisi super besar yang melibatkan hampir semua partai politik di Indonesia.
Jika ada isu yang menyebut PDIP akan merapat dan masuk ke kekuasaan, sebagai orang yang dekat dengan PDIP, Connie menyebut hubungan antara Megawati dengan Prabowo memang sudah terjalin begitu dekatnya. Bukan melulu dalam konteks politik, tapi sebagai seorang individu, keduanya dikenal sudah memiliki kedekatan sejak lama. Hanya saja, kedekatan itu tak lantas membuat PDIP secara otomatis masuk dalam barisan partai penguasa.

Tapi perlu digarisbawahi, politik adalah sesuatu yang sangat cair. Apapun bisa terjadi, apapun bisa berubah dalam hitungan waktu yang singkat.

Begitu juga dengan posisi PDIP di pemerintahan. Saat ini partai berlambang banteng itu masih ada si luar pemerintahan, meskipun mendukung jalannya pemerintahan Prabowo. Namun, jika sesuatu terjadi, PDIP bisa saja langsung masuk di jajaran partai kabinet.

Misalnya, jika Gibran benar dimakzulkan dan sosok penggantinya berasal dari PDIP.

“Siapa yang harus mengentingkan Gibran dalam kapasitas membantu Pak Prabowo dengan tugas-tugasnya? Dan salah satunya mungkin dari PDIP. Sebut saja misalnya Mbak Puan,” sebut Connie.

Berdasarkan apa yang ia tahu, Puan Maharani merupakan sosok politidi perempuan yang memiliki banyak pengalaman luar biasa di usiany yang masih terbilang muda.

Selain menjadi ketua DPR dua periode dan sempat menduduki kursi menteri, Puan juga pernah terlibat aktif dalam penyelesaian konflik horizontal yang pernah terjadi di sejumlah daerah di Indonesia.

“Mbak Puan ini tokoh yang orang masih belum tahu banyak riwayat dia. Orang masih melihat dia anaknya Megawati Soekarno Putri, cucunya Soekarno,” ujar Connie.

“Banyak yang enggak tahu Mbak Puan itu masih muda sekali sudah membereskan waktu kejadian dulu di Kalimantan yang bunuh-bunuhan Dayak-Madura. Ibu waktu itu enggak bisa berangkat, yang diutus Mbak Puan. Waktu kasus Maluku lagi berdarah-darah, Maluku perang kelas-kelasan itu, ternyata Mbak Puan (yang turun ke lapangan),” lanjut dia.

Jadi, jika Gibran benar dimakzulkan, dan dia ditanya siapa sosok yang paling pantas untuk menggantikan dari PDIP, maka Connie akan menjawab satu nama: Puan Maharani.


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *